Material berdasarkan komposisi serat/fiber

Cotton/Katun

Terbuat dari serat selulosa tanaman kapas. Kelebihan bahan cotton adalah Tahan panas setrika, Daya serap yang bagus. Namun kekurangannya adalah Mudah kusut dan mengerut, Dapat susut saat dicuci serta warnanya gampang luntur

Polyester

Terbuat dari serat sintetis yang dihasilkan dari proses kimia minyak bumi. Kelebihan bahan polyester adalah Lebih awet dan tahan lama, Tidak mudah kusut, Mampu menahan panas tubuh. Namun kekurangannya tidak dapat menyerap keringat

Polietilena (PE)

Hampirsama dengan Polyester, Polietilena terbuat dari serat sintetis yang dihasilkan dari proses kimia minyak bumi. Perbedaannya adalah Polietilena warnanya lebih doff dibanding Polyester

Viscose/Rayon

Terbuat dari serat semi sintetis dari selulosa kayu yang dicampur dengan larutan kimia, memiliki sifat yang mirip dengan sutra, yaitu lembut, halus, menyerap kelembapan dan mempertahankan warna

Cotton Bamboo

Terbuat dari dua jenis serat alami yaitu serat kapas dan bambu dengan persentase bervariasi. Kelebihan cotton bamboo sangat baik dalam menyerap cairan atau keringat dengan lebih baik.

Linen

Terbuat dari serat tanaman rami (Linum usitatissimum) yang diekstraksi kemudian dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain. Kelebihan linen adalah Kuat dan awet, Nyaman digunakan, Anti bakteri, Mampu menyerap keringat dan Tekstur halus

Chief Value Cotton (CVC)

Terbuat dari gabungan dua buah serat yaitu Cotton dan Polyester. Penggabungan ini dapat diperoleh kelebihan dari cotton dan polyester dan masing2 serat dapat menutupi kekurangan serat lainnya. Perbandingan yg umum digunakan 55% cotton dan 45% polyester

Teteron-Cotton (TC)

Terbuat dari campuran antara polyester dan katun. Berbeda dengan CVC, TC  persentase Polyesternya lebih banyak. Komposisi campuran umumnya 65% polyester dan 35% katun. Kain TC memiliki karakteristik kuat, tahan lama, dan tidak mudah kusut. 

Teteron-Rayon (TR)

Terbuat dari campuran polyester dan rayon. Komposisi campuran umumnya 65% polyester dan 35% rayon, namun ada juga yng menggunakan campuran hingga 80% teteron. Kain TR umumnya digunakan untuk membuat seragam kerja

Dilihat dari ketebalan

Struktur benang yang sering digunakan ada dua, yaitu benang single ply (S) dan Multi ply(/2). Benang single ply dibuat dari satu serat tunggal yang kuat dan panjang dan memiliki profil yang lebih kecil sehingga udara bisa bersirkulasi lebih leluasa, sedangkan benang multi ply dibuat dari beberapa serat yang lebih lemah atau pendek.

Ketebalan kain dipengaruhi oleh  ukuran benang/nomor benang yaitu seberapa halus ukuran benang menyusun kain tersebut. Sistem penomoran sendiri terbagi menjadi dua, Tidak Langsung dan Langsung

  • Penomoran Tidak Langsung, biasa diaplikasikan pada jenis Natural Fiber, seperti Rayon dan Cotton. Satuan yang paling umum digunakan adalah satuan “S” yang mengacu pada satuan Number of England (NE). Satuan pengukuran ini adalah satuan pangjang benang(dalam hank) per berat(dalam pon). Misalnya benang sepanjang 20 hank (15360 meter) dengan berat 1 pon (454 gram) maka benang bernilai 20 Ne atau 20S. pada penomor an ini, nomor benang berbanding terbalik dengan ukuran diameter benang. Artinya semakin besar nomor benang, semakin halus/kecil ukuran diameter benang tersebut.
    Contoh yang paling sering menggunakan penomoran ini adalah Cotton Combed, carded. Misalnya 20S, 24S 30S, 40s dst. S
  • Penomoran Langsung, biasanya diaplikasikan pada jenis Synthetic Fiber seperti Polyester dan Spandex. Satuan dari penomoran Langsung adalah Denier (D) atau Tex.
    Pada penomoran ini, nomor benang berbanding lurus dengan ukuran diameter benang. Artinya semakin besar nomor benang, maka semakin besar pula diameter benang tersebut.
    Misalnya jika terdapat dua benang dengan nomor 30D dan 50D, maka benang 30D memiliki ukuran diameter benang yang lebih kecil dan kain yang dihasilkan akan lebih halus dibandingkan dengan benang 50D

Material berdasarkan anyaman/konstruksi

Knitting/Rajut

Dibuat dengan cara merajut benang-benang menjadi struktur rajutan. Kain knitting memiliki karakteristik yang elastis, lembut, dan hangat. Kain rajut umumnya digunakan untuk membuat bahan kaos, training dll.

Contoh bahan rajut adalah combed, carded, dryfit, fleece, baby terry dll

Weaving/Tenun

Dibuat dengan cara menenun benang-benang menjadi struktur tenunan. Kain tenun dibuat dengan menyilangkan dua set benang, yaitu benang horizontal(pakan) dan benang vertikal(lungsi).

Contoh bahan tenun adalah american drill, japan dril, tropical, Canvas, ribstop dll

Nama bahan lainnya

  • American Drill : Dibuat dengan teknik tenun memiliki tekstur diagonal atau miring dan Jenis anyaman mukanya adalah : 2/1 \ 1
  • Japan Drill : Dibuat dengan teknik tenun memiliki tekstur diagonal atau miring dan Jenis anyaman mukanya adalah : 3/1 \ 1
  • Tropical : Dibuat dengan teknik tenun  sejajar, memiliki tekstur flat/datar dan Jenis anyaman polos
  • Ribstop : kain yang anyamannya memiliki corak kotat-kotak
  • Canvas : dibuat dengan pola anyaman benang yang rapat dan polos. Kain kanvas memiliki tekstur yang agak kaku dan motif benang yang jelas.
  • Jeans/Denim : Terbuat dari serat kapas yang ditenun secara khusus sehingga kuat dan tahan lama
  • Twill : dibuat dengan teknik tenun twill yang menghasilkan pola diagonal. Karakteristik nya : Memiliki pola diagonal searah atau sejajar, Tebal dan tidak tembus cahaya, Tahan lama, Tidak mudah kusut, permukaan yang lembut dan Lentur
  • Combed : kain yang terbuat dari serat kapas 100% dan melalui proses penyisiran (combing) pada serat kapasnya. Kain ini memiliki serat yang halus dan lembut
  • Carded : kain yang terbuat dari serat kapas 100% dan diproses dengan cara digaruk(carded). Kain ini memiliki tekstur yang kasar dan berbulu, serta permukaannya tidak rata
  • lacoste/pique : bahan rajutan yang memiliki pori-pori dan tekstur unik. Kain ini sering digunakan untuk membuat kaos polo
  • Rayon : kain yang terbuat dari serat semi-sintetis yang berasal dari selulosa tumbuhan. Rayon dikenal juga sebagai sutra buatan karena memiliki tampilan yang mirip dengan sutra
  • Adidas : Bahan yg sering digunakan untuk jaket dan celana training
  • Diadora : Bahan yg sering digunakan untuk jaket dan celana training
  • Dryfit : bahan ringan yang sering digunakan untuk kaos dan jersey olahraga 
  • Fleece : Sering digunakan untuk jaket dan sweeter
  • Baby Terry : Sering digunakan untuk jaket dan sweeter

Silahkan berkonsultasi dengan Customer Service kami untuk informasi lebih lanjut atau ingin mengetahui katalog bahan dan warna yang tersedia.